Tuesday, October 20, 2009

asa...kapan kah kau?

apa yang di punya
tak sebanding dengan semua yang kita bina
peluh memilih untuk semu

bersama nya mungkin hanya asa
namun tak begitu juga adanya
kelakar demi kelakar
bersambut dengan cita

pejam, sudah pejam rasa ini
degup, menjadi satu di pelupuk hati
terdengar riak rasa
gemiricik suasananya

lekam, sudah lekam pelu
tak jadi rasa
mengarak di ketiak semu
di kala putus nya hati
bertambat di tepian riak

ahh!
tak perlulah lagi mengecap
mengecap rasa ini
tinggal lah, di kediaman hati
se onggok pecahan jiwa
di teriknya gumpalan mentari
memecah ruang sisi jendela

kau, kapan kah kau?
hanya butuh satu kesatuan
yang utuh namun berbelah
di sana, tepian di sana
adanya gelap, tak menepi adanya terang
gelagat solek nan muram
semu, pelu, perih nan menghadang
tak menepi kesepian ini
tak kunjung juga....
tegerak, di akar nan kian jenjang

kau kapankah kau?
hanya butuh satu kesamaan
di rasa, di nyana, sentuh nya raba
kapan kah kau, datang menyambut asa..
asa..nan kian semu, namun benderangnya
yang akan terangi masa...

No comments:

Post a Comment