renggutnya, rengkuhnya, nodai titik kelam di asa.
Tanpa celoteh merampas semua milik ku, lengah aku menatap manusia yang tak miliki naluri, hanya sakiti, tak malu..
Pilu sembilu tertanam dengan akarnya.
serapah?tak perlu..sudah hilang ke malu an nya,
tapi hanya satu yang akan selalu di bawa nya; segala renggutan, rengkuhan, yang telah di jamahnya. Diriku hanya akan berlindung di tudungnya Tuhan,
yang siap membalas tiap nikmat yang di rasa nya..
Adalah diri yang duduk menahan sembilu dengan lapang.
Aku mampu
No comments:
Post a Comment